Tuesday, May 17, 2011

Langit

"delokke langite yus! apik banget!" (lihat langitnya yus, bagus sekali!) suara itu menyadarkanku dari lamunan saat upacara bendera pagi itu. segera aku lemparkan pandanganku ke atas. langit biru di pagi hari. dengan barisan awan putih tipis tepat di atasku. memang, langit pagi itu bagus sekali. tidak ada sedikitpun awan abu-abu yang menandakan akan turunnya hujan. yang ada hanyalah hamparan luas langit biru dan ombak-ombak kapas putih yang menggumpal tipis dan bergerak perlahan. tiba-tiba aku terdiam, kembali dalam lamunanku. masuk dalam imajinasiku. inilah kehidupanku, dan langit yang tersenyum pagi itu, mengiringi pikiranku ke masa-masa itu. aku suka langit.

langit malam yang penuh bintang...
"adek, ayok pulang udah malem..." ajak seorang ayah kepada anaknya yang masih kecil. anak itu memang terbiasa ke rumah neneknya sepulang sekolah karena orang tuanya bekerja. setiap malam, anak itu dijemput untuk pulang menggunakan motor. sang anak terus bertanya tentang berapa banyak bintang yang bersinar malam itu. sang ibu dengan sabar menjawab semua pertanyaan anaknya, dan menyanyikan lagu tentang bulan malam itu agar anaknya tersenyum. sang ayah mengendarai motornya dengan perlahan agar anaknya merasa nyaman walau jalanan penuh lubang membuat motor kerap kali terguncang. begitu hangat, walau malam itu angin dingin berhembus kencang.


yo prakanca dolanan ning njaba
padhang bulan, padhange kaya rina
rambulane e, sing ngawe awe
ngelingake ojo padha turu sore.. :)

langit pagi yang cerah...
sang anak berpamitan akan berangkat sekolah. "dek, jangan lupa bawa payung...", sang ibu mengingatkan. anak itu menjawab, "langitnya cerah kok!". dengan senyuman sang ibu memasukkan payung ke dalam tas anak itu. benar saja, hujan turun siang itu. anak itu tersenyum, payung yang dibawanya adalah bukti kasih sayang sang ibu kepadanya.

langit siang yang cerah...
seorang anak perempuan sedang berjalan bersama sahabat-sahabatnya, ketika tiba-tiba ada seseorang anak laki-laki lewat dan menyapa. tangan anak perempuan itu mendadak menjadi sangat dingin walaupun udara siang itu sangat panas. tidak ada satupun yang menyadarinya. karena saat itu juga, anak perempuan itu menyembunyikan kedua tangannya dibalik saku rok SMAnya. berjalan dengan biasa, kembali bercerita dengan sahabat-sahabatnya. tidak ada yang tahu siapa anak laki-laki itu. tapi langit cerah siang itu akan terus mengingatkan si anak perempuan tentang betapa hatinya berdegup kencang saat anak laki-laki tadi menyapanya. :)

langit siang yang mendung...
udara dingin dan langit mendung siang itu membuat seorang anak perempuan merasa was-was, saat ia melihat tidak ada payung di dalam tasnya. gerimis mulai turun. langit sedang menangis. anak itu merenung. "mau pulang bareng? aku bawa payung kok.." ajak seorang anak perempuan lain, sahabat anak perempuan itu. dia rela membagikan payungnya untuk sahabatnya, walaupun baju dan tasnya basah kuyup.

langit biru pagi itu...
aku kembali tersadar dari lamunanku ketika janji siswa mulai dibacakan. upacara pagi itu entah kemana, aku larut dalam bayanganku. langit. aku suka langit, saat malam, saat cerah, mendung sekalipun. aku suka langit.

dedicated for all my friends.
especially for Chairunnisa Andityarani who inspired me *bisa dibilang aku nyontek tulisan di blognya Vampire is Speaking!, walaupun gaya bahasaku jauh lebih amburadul, :D*, and Dian Kusumaning Wardani. Langit, aku suka langit.

1 comment: