Sunday, January 16, 2011

SD :)

pas lagi (kurang kerjaan) ngesearch namaku di google, tiba-tiba nemu beginian. lalala... ternyata ini tulisanku dulu pas masih SD yang pernah dimuat di koran.. hahaha.. :)
PERSAHABATAN SAWI

SEIKAT sawi tergeletak di dalam kulkas. Ia sudah dua hari menghuni kulkas itu. Warnanya sudah agak menguning.
"Huh, kenapa Pak Rachman tak segera memasakku? Sungguh menyebalkan ada di sini. Sudah sepi, bau pula!" gerutu Sawi. la sudah bosan berada di sana.
"Sudahlah, kamu sabar saja, masih beruntung , kamu, Sawi. Bayangkan jika kamu jadi aku, aku malah sudah seminggu di sini. Terus es batu sudah tiga bulan di dalam kulkas ini," ucap kaleng makarel.Tiba-tiba kulkas terbuka. Pak Rachman mengambil dua buah telur dan kaleng makarel. Sawi kembali sendiri. Tak punya kawan selain es batu. Karena warna sawi yang sudah menguning, tak menarik, Pak Rachman tak mempedulikannya. la merasa ditelantarkan.
"Benar-benar aku tak sabar. Masak makarel diambil, aku didiamkan saja. Tidak adil!"
"Sawi, ingatlah kata makarel, kamu harus sabar. Coba contoh makarel, ia selalu sabar, maka dari itu kini ia sudah digunakan Pak Rachman," nasihat es batu.
"Tapi, ia tak mudah membusuk. Tidak seperti aku," elak sawi keras.
“Nah, maka dari itu, kamu harus mencari jalan keluar,” jawab es batu sabar. Ia sendiri sebenarnya sudah bosan berada di dalam kulkas, tapi tetap bersabar dan setia menunggu untuk digunakan keluarga Pak Rachman.
Sawi berpikir keras, apa yang menyebabkan diri-nya tak dihiraukan. Setelah dipikir-pikir ternyata karena warnanya itu. Pak Rachman kurang ter-tarik dengan sawi. Kulkas terbuka lagi. Anak Pak Rachman memasukkan sebotol air mineral. Ter-bersit ide di benak sawi.
"Botol, boleh aku minta tolong?" tanya sawi.
"Demi kebaikan aku mau sawi," jawab botol air mantap.
"Aku minta sedikit airmu, tuangkan ke tubuh-ku," kata sawi.
"Baiklah, sawi," kata botol sambil menuangkan air ke tubuh sawi. Kini sawi nampak lebih segar. la sangat senang. Dan tak lama kemudian anak Pak Rachman mengambilnya.
Sebelumnya, ia meninggalkan pesan untuk es batu dan botol air, ”Terima kasih kawan-kawan atas bantuan dan nasihat yang diberikan. Semoga kalian betah di kulkas ini," pesannya.

ini ilustrasi dari korannya

Amalia Ardiasti
Kelas 6B SDN Mungkid II
Jalan Gatak, Blabak, Magelang 56551


No comments:

Post a Comment